06 February 2013

Netbook baru lho.. :p

Dear my blog,

Apa kabar nih blog? 
Aduh kasian deh lo gak pernah aku urusin lagi. Kangen tau...
Mulai detik ini, aku janji deh, aku akan menjadi sahabatmu. I'm promise. Malu dong, sama gairah menulis seperi 10 tahun yang lalu. 

Hmmm, 
Baiklah. kita akan memulai dengan sebuah catatan tentang Netbook. Ih, kenapa sih kok netbook ya? Tenang, beib, aku emang bukan orang IT, jadi aku ngga akan cerita soal sejarah netbook, sparepart, dll.
Tidak semenarik itu. Ini hanya cerita tentang netbook baruku. Ehem... Gubrak deh... Hahaha... iyalah punya netbook baru ternyata berpengaruh besar terhadap hidup aku. Selain melanjutkan pekerjaanku yang dulu, sebagai editor dan desain grafis, netbook ini juga berjasa besar dalam memberi semangat untuk menulis kembali. Dahsyat, kan?

Netbook ini aku beli tanggal 3 Januari 2013. ASUS Eee PC. Yah, lumayan banget buat ngetik-ngetik doang mah. Menggantikan laptop aku yang ACER Aspire 2920. 

Penting ngga sih pemberitahuan ini? 
Menurutku sih penting.#secara bingung pula mau ngetik apa. 

So, jangan bosan baca tulisanku ya. semoga menghibur, bermanfaat, dan menjadi sahabat setia.

Best regards,
Agnes Chintami

05 December 2009

Tengkleng

Lebaran Idul Adha ini, saya gak terlalu banyak dapat daging. Selain gak begitu suka daging, makan terlalu banyak daging-dagingan juga bikin tubuh kita gak seger dan tidak sehat. Maka saya pesen sama semua, "ga usah kirim daging ya, kirim tulang aja heheh..." Datanglah adik ipar dari Klaten bawa tulang sapi. Trus dibikin tengkleng deh. Saya udah nyobain sih, tengkleng Jogja ama tengkleng Solo. Kalo tengkleng Jogja, kuah santannya lebih kental dan rasanya manis. Tapi tengkleng Solo kuahnya tidak kental dan cenderung asin, terus ada taburan cabe rawit utuhnya. Kalo saya sih, karena orang Sunda, tentu aja di lidah lebih cocok tengkleng Solo. Oya, satu lagi, klo kata temen dari Magelang, di Magelang juga ada tengkleng, tapi isinya jeroan bukan tulang. Hmmm... saya kan ga suka sama jeroan...

Biasanya tengkleng pakai tulang kambing, tapi karena adanya sapi saya pake aja. Nah, ini dia resep tengkleng ala preman yang aku bikin kemaren. Rasanya dijamin maknyus!

Bahan
Tulang sapi : 1 kg
Daging : 1 kg
Air : 3 liter (ga pake diukur-ukur sih, cuma pas panci ukuran sedang aja)
Kara santan ukuran paling kecil : 1 bungkus (sebernarnya klo ga pake santan juga odah enak)
Minyak goreng untuk menumis
Cabe rawit merah 20 - 30 buah (tergantung selera)

Bumbu yang Dihaluskan 1   
Bawang Merah : 8 siung
Bawang Putih : 8 siung
Kemiri : 5 butir
Kunyit : 1 ruas jari
Jahe : 2 ruas jari
Kencur : 1 ruas jari
Lengkuas : 2 ruas jari
sedikir jinten
sedikir adas

Bumbu yang Dihaluskan 2
Ketumbar : 1 sdm, sangrai
Lada : 1,5 sdm, sangrai

Bumbu
Daun salam : 2 lembar
Daun Jeruk : 3 lembar
Sereh : 2 batang, ambil akarnya
Kapulaga : 5 buah
Cengkeh : 3 buah
Kayu Manis : 3 cm
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya sktr 1 sdt (untuk penambah gurih aja sebagai pengganti MSG)

Cara membuat
Rebus air hingga mendidih. Masukan tulang dan daging. Kecilkan api. Tutup panci dan biarkan sampai daging empuk (1/2 - 1 jam). Sambil nunggu daging empuk, tumis Bumbu yang Dihaluskan 1, masukkan daun salam, hingga harum. Angkat.

Kira-kira daging hampir empuk, masukan sedikir garam, sereh, dan daun jeruk ke dalam rebusan tulang. tutup lagi, tunggu 15 menit. Setelah 15 menit masukan bumbu yang sudah ditumis tadi ke dalam panci, kemudian rempah-rempah lainnya (cengkeh, kapulaga, kayu manis) tutup, dan biarkan hingga bumbu menyerap sekitar 15 menit atau sampai daging empuk. Setelah daging benar-benar empuk masukan cabe rawit utuh (jangan lupa dicuci dulu ya, heheh...), kara santan, beri garam dan gula pasir secukupnya dan aduk sampai rawit agak layu. terakhir masukan ketumbar dan merica yang sudah disangrai dan dihaluskan. Aduk sebentar. Matikan api. Dan angkat deh.

Selamat mencoba, ya...
Maaf, lho, semuanya bumbu hanya dikira-kira aja. maklum masakan preman.. hehehe...

01 December 2009

Saya pulaangg :>

HOLLAA!!!
Udah lama juga saya nggak ngurus blog ini (terakhir update tahun 2005) hihihi...
Alasannya klasik: MALES. Soalnya waktu bikin blog ini masih bolak-balik warnet. Masih jamannya ngekost di kota koboy Jatinangor, ama kuliah. Duit juga masih pas-pasan...
Sekarang, saya kerja dan stay di Jogjakarta. Meninggalkan Jatinangor, Bandung, Tasik.. hwaaa... ninggalin tanah kelahiran dan makanan-makanan kesukaan :((
But, I'm happy now. Meskipun wis dadi wong Jowo hidup merantau jauh dari orang tua, tapi gak sendirian. Banyak temen yang menyenangkan, juga suami yang sadar gender hehehe... (susah lho!) trus adik bungsu saya juga ta' boyong sekolah di Jogja.
ok deh, segitu dulu aja ya...
agnes

12 June 2006

Malena, Cinta yang Merana

Umurku duabelas setengah tahun pada musim semi 1940, saat pertama kali aku melihatnya. Kuingat benar sore itu ketika Mussolini menyatakan perang, aku mendapat sepeda pertamaku. Kecuali ayahku yang tak suka pada II Duce, semua warga kota gembira Itali akan berperang. Tak sadar jiwanya dalam bahaya. Saatnya telah tiba, dan tidak akan terbatalkan lagi. “Ya, saat itu aku melihatnya pertama kali. Dan pertama pula aku ereksi. Kata temanku, Malena memiliki bokong terindah di Castecuso, anak profesor Bonsignore, guru Bahasa Latin di Sekolah Tuna Rungu.” 

** 

Renato dipukul ayahnya. Sebab ketahuan mencuri celana panjang ayahnya yang sudah dirombak seukuran dirinya. Dia sudah malas memakai celana pendek. Meski ia punya sepeda tetap saja orang-orang selalu mengejeknya. Bahkan di tempat cukur pun, Renato duduk di kursi anak-anak karena belum memakai celana panjang. “Malam, aku menyusup ke rumah Malena. Aku mengintipnya lewat celah-celah jendela.

24 October 2005

DANDAN????

Barusan seorang teman SMA telepon. Dia bilang kangen. Maksudku kangen ngumpul sama anak-anak waktu kelas 1&2. Ya, aku juga kangen. Tapi tidak sedahsyat aku kangen rumah. Katanya pengen ada buka bareng. Ah, aku tidak pernah ketemuan lagi sejak lulus SMA. Mungkin akan lucu kalau ketemu. Tapi aku tidak begitu berminat untuk ketemuan. Kayak gimana ya mereka sekarang? Yang cowo ? yang cewe? Mungkin mereka jadi anak gaul. Kayak cewe2 kosmo? Dan kalau ketemu akan komentar; “kok sekarang jadi kucel sih?” Aku pikir-pikir mungkin ya. Kalau berkaca soal penampilan, dari jaman dulu sampai sekarang kayaknya dandanan gw gini-gini aja deh. Tak ada hal yang signifikan berubah seperti ‘cewe cantik’ versi media massa. Dana aku memang ga minat sih dandan kayak gitu. Males banget. Mungkin kadang memang perlu dandan. Tapi buat apa ya? Buat menarik perhatian cowo-cowo mesum. Hhhrrggghh… ngga deh, sori ya!

05 October 2005

aku membaca siang, kali ini. sangat panas. sepanas obrolan hot sama anak-anak. mmm... menyenangkan. sudah lama aku merindukannya. rencananya kita akan kumpul lagi. aku menunggu itu. mungkin akan terasa lama. ah, aku sangat benci menunggu.

10 August 2005

maless

males banget musim dingin. males mandi. males kerja. males nyuci. tapi, pacaran ga males. ngegames juga.